Radio Arthur Perkasa FM

Radio Art 105.1 FM merupakan radio siaran swasta yang independent atau tidak terikat oleh suatu organisasi atau lembaga tertentu. Program siaran Art FM terdiri dari musik andalan TOP 40,berita & informasi, baik dalam maupun luar negeri , juga talkshow.
Disamping itu Art 105.1 FM juga melaksanakan kegiatan off air seperti konser musik karena memiliki peralatan sound system yang terlengkap dan berkualitas juga lighting dan panggung. Art FM juga menyelenggarakan seminar, launching product, kegiatan pendidikan dan olah raga serta kegiatan lainnya. Adanya perpaduan serasi antara musik dan informasi serta kehadiran siaran VOA (Voice Of America) dan KBR68H serta kegiatan off air telah memberikan dampak positif sehingga jumlah pendengar Art 105.1 FM bertambah dari waktu ke waktu.

Alamat:
Jalan Krisna 3B
Angkasa
JAYAPURA 99113
Papua
Tel: +62 967 521804
Fax: +62 967 521950
URL artfm.wordpress.com

Radio Pikonane

Kabut belum semuanya pergi meninggalkan desa, namun seluruh warga desa baik orang tua, pemuda, hingga anak-anak ramai berkumpul di tengah desa Anyelma. Hari itu memang menjadi istimewa dan tak terlupakan bagi warga desa. Senin 10 September 2007, untuk pertama kalinya dalam sejarah, seorang menteri kabinet Republik Indonesia akanberkunjung di desa Anyelma. Peristiwa yang sama sekali tidak pernah diimpikan oleh seluruh warga Anyelma.

“Biasanya, kalau ada pejabat dari pusat yang datang berkunjung ke sini paling hanya sampai kecamatan,” kata Jeremias Yelemaken, seorang warga desa yang menjadi mantri di Puskesmas Kecamatan Kurima.
Kedatangan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal, Lukman Edy didesa Anyelma dalam rangka meresmikan stasiun radio komunitas Pikonane beserta Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro yang telah selesai dibangun oleh KBR68H dan PPMN. Selain pak menteri, peresmian juga dihadiri Wakil Gubernur Papua Alex Hesegem dan Bupati Kabupaten Yahukimo Ones Pahebol. Sementara tamu lainnya adalah Santoso Direktur Utama KBR68H, Tessa Piper dari PPMN dan Nicolaas de Regt, koordinator Kerjasama Pembangunan Kedutaan Belanda di Indonesia.
Program pembukaan isolasi informasi di Papua termasuk pembangunan radio Pikonane ini memang didukung oleh dana dari pemerintah kerajaan Belanda. Sebelum acara resmi dimulai, dilakukanlah upacara bakar batu. Didahului dengan doa salah seorang tokoh gereja, batu-batu disiapkan dengan disusun rapih mulai dibakar. Kemudian, batu-batu dibawa ke sebuah lubang disusul
babi, sayuran dan ubi. Kesemua komponen itu ‘dimasak’ bersama-sama di lubang itu untuk kemudian dibagikan sama rata kepada semua yang hadir. Tak kurang 9 babi mulai berukuran kecil hingga sangat besar akan jadi hidangan bagi semua yang hadir di acara itu.
Setelah beberapa tokoh memberikan sambutan, Direktur radio Wagadei Gerson Yelemaken, Antori Hesegem wakil dari badan pengurus perkumpulan radio, Direktur Utama KBR68H, bupati Yahukimo dan wakil gubernur Papua tibalah saatnya pada puncak acara. Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal meresmikan mengudaranya radio komunitas Pikonane dengan memukul tifa, alat musik tradisional setempat. Pikonane mengambil frekuensi AM 1278 dan 107.8 FM. Dalam kesempatan itu juga diserahkan secara simbolik radio

Kirimkan Ini lewat Email
BlogThis!
Berbagi ke Twitter
Berbagi ke Facebook
Bagikan ke Pinterest

Label: Papua